Edy Rahmayadi: Siapa Bilang PSSI Mau Memecat Luis Milla?

putri77- Beberapa pekan silam Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, sempat berujar kalau kelanjutan kontrak pelatih Timnas Indonesia U-23, Luis Milla, bergantung pada pencapaian Tim Merah-Putih di Asian Games 2018. Tim Garuda Muda sudah terpental dari persaingan babak 16 besar, akankah Edy merealisasikan niatnya memberhentikan arsitek asal Spanyol itu.

Kontrak Luis Milla sendiri berakhir seusai Asian Games 2018. Sang mentor memutuskan pulang ke negaranya usai laga kontra Uni Emirat Arab yang berkesudahan 3-4 (2-2) buat kubu lawan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat (24/8/2018). Ia menyebut tak tahu soal kelanjutan kariernya di Indonesia.

“Belum ada yang mengajak saya bicara. Yang pertama saya lakukan berpamitan dan melakukan perpisahan dengan pemain dan ofisial tim,” kata Luis Milla.

Ketika ditanya wartawan soal kejelasan nasib Milla, Edy melontarkan komentar ambigu. “Siapa bilang PSSI  mau memecat Milla? Baru juga Timnas U-23 selesai bertanding kemarin (Jumat, red), masa saya mau langsung ambil keputusan,” ujarnya.

Edy Rahmayadi pun buka suara dengan memberikan sinyal bahwa masih ada kemungkinan pihaknya akan melanjutkan kerja sama dengan Luis Milla.

“Kami punya sistem, tidak bisa seenaknya. Akan kami umumkan segera soal status pelatih Timnas Indonesia, karena dua bulan lagi akan ada ajang Piala AFF,” kata Edy Rahmayadi.

Mantan Pangkostrad itu pun menampik isu gaji besar Luis Milla sebagai sumber keengganan PSSI untuk memperpanjang kontak. Kabarnya per bulan sang pelatih dibanderol hampir 2 miliar rupiah.

“Siapa yang bilang gajinya terlalu besar? Kalau gajinya terlalu besar, ya kami kumpul-kumpul lah uang buat bayar,” tuturnya.

Untuk kepentingan Piala AFF, PSSI berencana menggelar persiapan persiapan Timnas Indonesia level senior sejak awal bulan September.

Perubahan sikap Edy Rahmayadi setelah melihat perkembangan di masyarakat. Walau gagal mewujudkan target PSSI meloloskan Timnas Indonesia U-23 ke semifinal Asian Games 2018, Luis Milla dinilai sukses membentuk Tim Merah-Putih yang tangguh.

Permainan Timnas Indonesia U-23 memesona dengan ciri khas sepak bola indah pendek merapat ala Timnas Spanyol asal negara Luis Milla. Pemain pilar Garuda Muda mengakui mengalami perkembangan saat dibesut pelatih berusia 25 tahun itu. “Kalau boleh, saya masih ingin dilatih Coach Luis Milla. Ia pelatih bagus,” ucap Evan Dimas, gelandang pengatur serangan Timnas Indonesia U-23.

 

Related posts